Saat Henk Ngantung kesulitan menangkap ekspresi "kebebasan" yang diinginkan, Bung Karno sempat berpose di depan para seniman sambil berteriak, "Seperti aku ini, lho. Bebas!" lalu mengoreksi dan menyelesaikan sketsa tersebut dengan tangannya sendiri.
Maestro patung legendaris yang mengeksekusi sketsa tersebut menjadi patung perunggu raksasa setinggi 11 meter. Makna di Balik Sketsa
Sketsa atau coretan awal Monumen Pembebasan Irian Barat dibuat oleh , yang kemudian dikembangkan dan disempurnakan langsung oleh Presiden Soekarno . Makna di Balik Sketsa Sketsa atau coretan awal
Pembangunan monumen ini merupakan buah pikiran Presiden Soekarno yang melibatkan tiga tokoh utama:
Seniman yang juga merupakan Gubernur DKI Jakarta ini dipercaya menerjemahkan pidato Bung Karno di Yogyakarta ke dalam bentuk sketsa visual. Ia adalah simbol kuat keberanian bangsa Indonesia dalam
Monumen Pembebasan Irian Barat yang berdiri gagah di tengah , Jakarta Pusat, bukan sekadar bongkahan perunggu. Ia adalah simbol kuat keberanian bangsa Indonesia dalam melepaskan diri dari belenggu kolonialisme. Namun, tahukah Anda siapa sosok kreatif yang pertama kali menumpahkan ide visualnya ke dalam coretan sketsa? Kolaborasi Tiga Maestro
Sketsa ini menggambarkan figur pria kekar yang berdiri tegak dengan kedua tangan terentang lebar ke atas, memutuskan rantai yang membelenggunya. Mulutnya yang terbuka lebar melambangkan teriakan "Merdeka!"—sebuah simbol kemenangan rakyat Irian Barat atas penjajahan Belanda. Arsitektur yang Tak Kalah Penting memutuskan rantai yang membelenggunya.
Menguak Sejarah: Siapa Pembuat Sketsa Monumen Pembebasan Irian Barat?